Scroll untuk baca artikel

Agustinus Nahak Dorong Solusi Permanen Banjir Motaulun, Soroti Pengelolaan Air Lintas Wilayah

Avatar photo
×

Agustinus Nahak Dorong Solusi Permanen Banjir Motaulun, Soroti Pengelolaan Air Lintas Wilayah

Sebarkan artikel ini
Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260806_094328 (2)
Foto: Anggota DPRD NTT Komisi V dari Fraksi Golkar, Agustinus Nahak bekerjasama dengan CIS Timor dalam memberikan pelatihan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Berbasis Komunitas di Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Sabtu(14/2/2026)

 

Timorpedia.com- Persoalan banjir dan genangan air yang berulang setiap musim penghujan di Desa Motaulun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar NTT, Agustinus Nahak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Agustinus Nahak berkolaborasi dengan CIS Timor menggelar sosialisasi dan pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis komunitas di Desa Motaulun pada 13–14 Februari 2026.

Baca Juga :  Pemkab Malaka Minta Camat dan Kades Tegas Verifikasi Petani Lahan Gratis, Pelanggar Kewajiban Terancam Sanksi

Kegiatan tersebut tidak hanya membahas kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, tetapi juga menyoroti persoalan genangan air yang selama ini kerap terjadi di Motaulun dan wilayah sekitarnya, termasuk Desa Kleseleon, Naas, dan Maktihan.

Baca Juga :  Inspektorat dan Dinas PMD Pastikan Persoalan Administrasi Desa Rabasa Haerain Tuntas, Seluruh Hak Aparatur Telah Dibayarkan

Menurut Agustinus, genangan air yang berlangsung lama tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis drainase atau infrastruktur. Kondisi tersebut telah berkembang menjadi persoalan kebencanaan yang dapat mengancam kesehatan, keselamatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Direktur RSUPP Betun Tegaskan dr. Dion Bria Seran Kantongi Izin Resmi Dampingi PS Malaka

“Genangan air yang berlangsung lama saat musim hujan berimplikasi pada meningkatnya risiko penyakit, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga potensi kerusakan fasilitas umum. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus dalam kerangka mitigasi dan pengurangan risiko bencana,” ujar Agustinus.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung