Banjir Rendam Lebih dari 400 Hektare Sawah, Warga Lakekun Barat Desak Pemerintah Cari Solusi Permanen

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260806_105801 (1)
Foto: Banjir hantam lahan persawahan milik warga Desa Lakekun Barat, Kecamatan kobalima, Kabupaten Malaka, Minggu(22/2/2026)

“Namun, hingga kini belum ada penanganan menyeluruh yang mampu mengatasi persoalan tersebut, “kata Hendrik kepada wartawan, Senin(23/2/2026).

Hendrik mengatakan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah konstruksi jaringan Daerah Irigasi (DI) Malaka yang melintasi wilayah Desa Lakekun Barat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Talang irigasi yang dipasang di bawah jembatan, menurut dia, diduga menghambat kelancaran aliran air ketika debit meningkat saat musim hujan. Kondisi itu membuat air lebih mudah tertahan dan meluber ke wilayah sekitarnya.

“Kami meminta BBWS sebagai pemilik aset untuk menata ulang jaringan irigasi yang melintasi wilayah Lakekun Barat agar tidak menghambat jalur pembuangan air saat musim penghujan,” tegasnya.

Selain persoalan jaringan irigasi, warga juga menyoroti pendangkalan sejumlah sungai akibat sedimentasi. Tiga alur sungai yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah Kali Lo’o, Kali Serin, dan Kali Solo di wilayah Lakekun-Kobalima.

Sedimentasi membuat kapasitas tampung sungai semakin berkurang. Saat hujan deras, debit air dengan cepat meningkat dan meluap ke lahan pertanian serta permukiman warga.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version