“Namun, hingga kini belum ada penanganan menyeluruh yang mampu mengatasi persoalan tersebut, “kata Hendrik kepada wartawan, Senin(23/2/2026).
Hendrik mengatakan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah konstruksi jaringan Daerah Irigasi (DI) Malaka yang melintasi wilayah Desa Lakekun Barat.
Talang irigasi yang dipasang di bawah jembatan, menurut dia, diduga menghambat kelancaran aliran air ketika debit meningkat saat musim hujan. Kondisi itu membuat air lebih mudah tertahan dan meluber ke wilayah sekitarnya.
“Kami meminta BBWS sebagai pemilik aset untuk menata ulang jaringan irigasi yang melintasi wilayah Lakekun Barat agar tidak menghambat jalur pembuangan air saat musim penghujan,” tegasnya.
Selain persoalan jaringan irigasi, warga juga menyoroti pendangkalan sejumlah sungai akibat sedimentasi. Tiga alur sungai yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah Kali Lo’o, Kali Serin, dan Kali Solo di wilayah Lakekun-Kobalima.
Sedimentasi membuat kapasitas tampung sungai semakin berkurang. Saat hujan deras, debit air dengan cepat meningkat dan meluap ke lahan pertanian serta permukiman warga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
