“Dalam konteks pembangunan, jembatan ini adalah kebutuhan dasar. Karena setiap musim hujan, masyarakat terisolasi,” ujarnya.
Selama ini, warga hidup dalam ketidakpastian. Mereka tak bisa menjual hasil kebun, tak bisa membeli kebutuhan pokok, bahkan tak bisa bergerak bebas.
Kisah yang menyentuh hati datang dari sebuah tayangan yang ditonton sang bupati malam sebelumnya: seorang ayah membangun jembatan darurat dari kayu, hanya agar anaknya tidak terlambat ujian.
Cerita itu seolah menjadi cermin bagi kondisi di Numbei.
“Hal seperti itu tidak boleh terus terjadi,” kata Bupati.
Pembangunan jembatan ini, menurutnya, juga sejalan dengan arahan nasional. Presiden Republik Indonesia mendorong pembangunan jembatan di wilayah-wilayah yang terisolasi oleh sungai.
Di Numbei, kebijakan itu kini menjelma menjadi kenyataan.
Meski nilainya tidak sebesar jembatan permanen, kebanggaan masyarakat tak bisa diukur dengan angka.
Bagi mereka, jembatan ini adalah simbol kebebasan.
Simbol bahwa mereka tak lagi sendiri.
Simbol bahwa negara akhirnya hadir di tempat yang selama ini terasa jauh.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
