Timorpedia.com- Di sebuah sudut Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, waktu seperti berjalan lebih lambat setiap musim hujan datang.
Bukan karena alam yang ingin menahan langkah, melainkan karena sungai yang meluap selalu memutus harapan.
Di Numbei—wilayah yang selama puluhan tahun hidup dalam keterisolasian—banjir bukan sekadar bencana musiman. Ia adalah penghalang ekonomi, pendidikan, bahkan masa depan.
Saat air naik, warga tak bisa menyeberang. Hasil hutan, pertanian, dan ternak tertahan. Anak-anak terancam tak sampai ke sekolah. Aktivitas ekonomi lumpuh total.
Namun pada 18 Maret 2026, suasana berbeda terasa. Di tengah rangka baja dan tali baja yang siap membentuk bentangan, harapan itu perlahan menjadi nyata: Jembatan Gantung Numbei–Kakaniuk sedang dibangun.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, berdiri di lokasi itu. Ia tidak sekadar melihat proyek, tetapi menyaksikan perubahan yang selama ini dinanti masyarakat.
Menurutnya, jembatan ini bukan hanya infrastruktur fisik. Ini adalah jawaban atas kebutuhan dasar rakyat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














