Timorpedia.com – Perubahan bentang lahan akibat genangan air di Kabupaten Malaka justru membuka peluang baru bagi sektor pertanian. Sejumlah lahan kering yang kini berubah menjadi lahan basah secara alamiah dinilai berpotensi menjadi areal persawahan baru yang dapat meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dinas Pertanian Kabupaten Malaka mencatat fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Weliman. Di Desa Angkaes, Wederok, Lamudur, dan Forekmodok, masing-masing desa diperkirakan memiliki tambahan lahan basah seluas sekitar 5 hingga 10 hektare yang layak dikembangkan menjadi sawah.
Plh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Laurensius Bere, mengatakan perubahan kondisi lahan tersebut harus dipandang sebagai peluang strategis, bukan sebagai kendala bagi petani.
“Petani tidak perlu bingung. Justru ini peluang. Lahan yang semula kering kini tergenang air dan berpotensi menjadi sawah. Ini bagian dari ekstensifikasi pertanian padi yang harus dioptimalkan,” kata Laurensius di Betun, Kamis (5/2/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
