Apabila target pengolahan lahan seluas 3.000 hektare tercapai, Dinas Pertanian memperkirakan produksi jagung dapat mencapai sekitar 9.000 ton.
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi produksi rata-rata 2 hingga 3 ton per hektare.
Meski demikian, Laurens mengingatkan bahwa realisasi produksi tetap dipengaruhi kondisi cuaca, serangan hama, dan penyakit tanaman.
“Hama pasti ada terutama saat musim hujan. Tetapi ketika musim hujan berakhir biasanya serangan mulai berkurang,” katanya.
Untuk mengantisipasi serangan hama, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan obat-obatan yang akan disalurkan kepada kelompok tani ketika tanaman jagung mulai memasuki fase pembentukan tongkol.
Dalam penerapan budidaya, Dinas Pertanian juga tetap mendorong pengaturan jarak tanam yang menyesuaikan kondisi lahan.
“Kalau standar nasional sekitar 20 x 70 sentimeter. Tetapi di lapangan bisa disesuaikan menjadi 20 x 80 sentimeter apabila kondisi lahan membutuhkan pengaturan yang lebih baik,” jelasnya.
Disiplinkan Petani
Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah daerah juga mulai menerapkan pendekatan yang lebih tegas terhadap penerima bantuan pengolahan lahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
