PMI Malaka juga tengah mempersiapkan keberangkatan tim ke Flores. Menurut Oktelin, pihaknya kemungkinan berangkat pada Kamis (27/8/2026) atau Sabtu (29/8/2026), menyesuaikan jadwal kapal feri menuju Pulau Flores.
“Kalau hari Kamis kami turun di Aimere, sedangkan kalau Sabtu kami turun di Ende,” jelasnya.
Bantuan yang dibawa tidak hanya berupa kebutuhan konsumsi, tetapi juga material yang dibutuhkan masyarakat di lokasi pengungsian, seperti tenda, terpal, perlengkapan dapur umum, makanan, minuman, pakaian layak pakai dan selimut.
PMI Malaka juga telah berkoordinasi dengan tim di lapangan, termasuk Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit, untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Oktelin menyebut sejumlah kebutuhan mendesak saat ini antara lain selimut, terpal dan air minum. Kondisi cuaca yang cukup dingin serta kerusakan jaringan perpipaan akibat gempa membuat kebutuhan tersebut semakin penting.
“Di daerah bencana, khususnya Bajawa, dibutuhkan selimut, terpal dan air minum. Perpipaan banyak yang rusak akibat gempa dan longsor sehingga air sekarang sulit didapat. Masyarakat juga tidak berani tinggal di rumah sehingga banyak yang tidur di tempat terbuka. Karena itu terpal sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














