Dari total 2.210 unit rumah rusak ringan yang seharusnya menerima bantuan Rp10 juta per unit, banyak penerima hanya mendapatkan pekerjaan terbatas, seperti pengecatan dinding, meski total anggaran mencapai Rp22,1 miliar.
Selain itu, PMKRI juga menyampaikan tujuh tuntutan yang merepresentasikan persoalan utama masyarakat NTT, yakni:Kepastian nasib tenaga P3K di daerah terpencil. Penanganan kemiskinan ekstrem secara terarah.Pemerataan pembangunan infrastruktur. Atensi terhadap kasus Erasmus Frans. Pengusutan kasus pembunuhan Delfi dan Lucy. Pengusutan dugaan korupsi RS Pratama Wewiku. Pengusutan dugaan korupsi dana Seroja Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
