Timorpedia.com – Sawah-sawah di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, memperlihatkan hasil yang semakin baik. Dalam tiga tahun terakhir, produktivitas padi meningkat hampir dua kali lipat. Namun, di balik capaian itu, tersimpan persoalan yang belum berhasil diurai: irigasi yang belum optimal, minimnya alat mesin pertanian, hingga distribusi bantuan yang belum merata.
Data hasil ubinan yang dihimpun penyuluh pertanian menunjukkan tren yang cukup mencolok. Produktivitas padi naik dari 3,5 ton per hektare pada 2023 menjadi 4,5 ton pada 2024, lalu mencapai 6,5 ton per hektare pada 2025.
Bagi pemerintah, angka tersebut dapat dibaca sebagai keberhasilan pembinaan pertanian. Namun di tingkat petani, kenaikan produksi belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan infrastruktur dan sarana pendukung.
“Dengan kondisi sekarang saja produksi sudah meningkat. Kalau irigasi, pupuk, dan alat pertanian terpenuhi, hasilnya tentu bisa lebih tinggi,” kata Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Lakekun Barat, Dominggus Cardoso kepada media ini, Sabtu(24/1/2026)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














