Potensi lainnya berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, seperti aneka makanan ringan dan camilan olahan, serta komoditas kelapa, kemiri, asam, dan jambu mete yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara profesional.
Di sektor kerajinan, masyarakat juga menghasilkan berbagai produk anyaman berbahan daun gewang, kerajinan kayu lokal, hingga berbagai hasil perikanan dan pesisir seperti ikan bandeng, garam, serta potensi tanaman bakau yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut HMS, seluruh potensi tersebut membutuhkan akses pasar yang lebih luas agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, kehadiran NTT Mart akan menjadi gerbang emas untuk membawa produk-produk unggulan Malaka keluar dari wilayah perbatasan menuju pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Ia berharap NTT Mart menjadi pusat promosi sekaligus penggerak ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membangun sistem rantai pemasaran yang lebih efisien dan terstandarisasi, menciptakan lapangan kerja baru terutama bagi generasi muda, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan produk khas Malaka kepada masyarakat Indonesia hingga pasar dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














