Aloysius Werang mengutarakan,kartu kredit Indonesia ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat transaksi digital dan meningkatkan transparansi dan efisiensi belanja pemerintah daerah.
“Dan ini adalah bagian dari inovasi daerah dalam rangka menjawabi digitalisasi sehingga kedepan diharapkan semua transaksi keuangan daerah bukan lagi tunai tapi non-tunai,” ungkapnya.
Lanjutnya, penerapan kartu kredit Indonesia ini bukanlah hal yang baru tapi hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia sudah mengimplementasikannya.
“Tapi untuk level NTT mungkin Malaka urutan kesekian dalam menggunakan kartu kredit Indonesia ini. Oleh karena itu sebagai langkah awal kita coba menerapkan pada tiga OPD yaitu Bagian Umum Setda Malaka yaitu untuk menangani(handle)belanja-belanja Bupati dan Wakil Bupati, Sekretariat Dewan dan BPKPD.Jadi,target kita kedepan semua OPD yang ada. Namun, disisi lain kita juga tetap memperhatikan intensitas keuangan itu sendiri,”ujarnya.
Pada kesempatan itu, Alo juga menyampaikan terimakasih kepada managemen Bank NTT Cabang Betun yang sudah berkolaborasi dalam membangun digitalisasi secara transparan dan akuntabel.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
