“Tentu kemitraan ini tidak hanya saja pada kartu kredit Indonesia tapi kedepan kita juga mengharapkan ada digitalisasi pendapatan dari aspek yang lain karena sebelumnya kita sudah pernah mencoba digitalisasi dalam bidang pendapatan sehingga kedepan semua transaksi pendapatan terutama pendapatan asli daerah (PAD) kita harapkan juga ada digitalisasi, “terangnya.
Alo mengutarakan, nanti setelah adanya peluncuran (launching) KKI, pihaknya juga berencana akan merevitalisasi atau mengaktifkan kembali cash management system (CMS)
“Karena sebelumnya kita sudah ernah uji coba tapi belum berjalan secara efektif dan efisien oleh karena itu kita coba memaksimalkan kembali sistem CMS ini ,”ungkapnya.
Sementara Kepala Bank NTT Cabang Betun, Yorry R. M. Blegur mengatakan, perjanjian kerjasama dalam kaitan dengan digitalisasi merupakan momen bagus yang harus diimplementasikan karena mengingat Kabupaten Malaka ini dikategorikan sebagai Kabupaten maju namun belum digital.
“Langkah awal yang baik ini sebagai upaya untuk menerapkan kartu kredit Indonesia(KKI) artinya kita sudah mulai digitalisasi, ” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














