Dengan demikian, persoalan yang sama diharapkan tidak terus berulang dan kualitas pelayanan dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Prinsip kami adalah setiap keluhan harus menghasilkan tindak lanjut,” pungkasnya.
Manajemen RSUPP Betun juga berupaya membangun budaya pelayanan yang terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Hayuni menegaskan, keluhan masyarakat bukan sesuatu yang harus ditutupi. Sebaliknya, pengaduan menjadi sumber informasi penting bagi rumah sakit untuk mengetahui secara langsung pengalaman dan persoalan yang dihadapi masyarakat ketika menerima pelayanan.
“Kami ingin membangun budaya bahwa keluhan masyarakat bukan sesuatu yang harus ditutupi. Justru, keluhan merupakan salah satu sumber informasi yang penting bagi rumah sakit untuk mengetahui secara langsung keluhan masyarakat ketika mendapatkan pelayanan,” terangnya.
Sebagai rumah sakit penyangga di kawasan perbatasan RI-RDTL, RSUPP Betun dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan responsivitas pelayanan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














