Ia menjelaskan, pembelajaran ke Wonosobo dilakukan untuk mengetahui secara langsung sistem dan tahapan yang harus dipersiapkan dalam proses klaim berbasis Satu Sehat.
“Dari Wonosobo kita belajar sistemnya bagaimana, alurnya bagaimana, supaya ke depan kita bisa lebih baik lagi,”katanya.
Hayuni menegaskan, penerapan sistem baru tersebut membutuhkan kesiapan dari seluruh unsur di rumah sakit. Karena itu, berbagai pembenahan mulai dilakukan sejak sekarang, terutama berkaitan dengan kelengkapan data dan rekam medis pasien.
Saat ini, proses klaim di RSUPP Betun masih dilakukan secara langsung melalui BPJS. Namun, mulai Januari 2027, mekanisme klaim akan diarahkan melalui Satu Sehat sesuai dengan tahapan penerapan sistem tersebut.
“Sekarang sistem klaimnya langsung ke BPJS, tetapi mulai tahun depan sistem klaim melalui Satu Sehat. Jadi kita masih dalam tahap persiapan. Semuanya di rumah sakit harus dibenahi,” jelasnya.
Menurut Hayuni, kelengkapan rekam medis menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Data pelayanan harus dipastikan lengkap sebelum klaim dapat diajukan melalui sistem yang baru.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














