“Beliau memiliki cara pandang yang jauh ke depan. Beliau memahami bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara tentang rumah sakit, puskesmas atau fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional dan mampu melayani masyarakat. Karena itu beliau memberikan perhatian besar terhadap pendidikan kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Prof. Frans, dampak dari kebijakan tersebut masih dirasakan hingga saat ini. Banyak dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis kesehatan, hingga profesi kesehatan lainnya merupakan lulusan institusi pendidikan yang berkembang berkat kebijakan strategis pada masa kepemimpinan Stefanus Bria Seran.
“Kalau hari ini kita melihat banyak tenaga kesehatan asal NTT yang mampu mengabdi di berbagai daerah, itu tidak terlepas dari fondasi yang dibangun oleh tokoh-tokoh sebelumnya. Salah satu yang memiliki kontribusi besar adalah Bapak Stefanus Bria Seran,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan kepada SBS lahir dari penilaian objektif atas perjalanan panjang pengabdian seorang birokrat yang mendedikasikan dirinya bagi kemajuan sektor kesehatan di NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














