“Penggunaan tikar di lantai yang selama ini umum terjadi dinilai kurang higienis dan berpotensi mengganggu mobilitas tenaga medis, ” ujarnya.
Para pasien dan keluarga menyambut baik inovasi ini. Mereka mengaku sangat terbantu karena tidak lagi direpotkan dengan membawa barang tambahan saat mendampingi pasien di rumah sakit.
“Jadi kami sudah tidak direpotkan dengan membawa barang tambahan seperti tikar dan bantal karena pihak rumah sakit sudah menyediakan sofa bed. Dan kami sangat senang karena kami sudah tidak bentang tikar di lantai untuk kami tidur tapi sudah ada sofa bed. Jadi disaat kami merasa mengantuk tinggal stel sofa menjadi bed(tempat tidur) kalau mau duduk jaga pasien tinggal stel dari bed jadi sofa. Pokoknya pelayanan di RSUPP sangat aman dan nyaman untuk kami keluarga pasien, “ungkap Ensi Fahik.
Sementara Kepala Ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (ISPRS)Yoseph Kun Seran menuturkan, kehadiran sofa bed ini merupakan ide atau terobosan dari ibu Direktur RSUPP.
“Karena selama ini ibu Direktur melihat para pendamping pasien saat datang ke rumah sakit selalu membawa tikar dan bantal dan tentu sangat merepotkan. Oleh karena itu ibu direktur mengambil keputusan untuk melakukan pengadaan sofa bed bagi pasien,” ujarnya.














