Karena itu, kata SBS, pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan diikuti dengan kompetisi yang berjenjang.
“Dengan pola tersebut, pemerintah dan pengurus sepak bola akan lebih mudah memantau perkembangan pemain sekaligus menemukan talenta-talenta potensial yang dapat diproyeksikan memperkuat Kabupaten Malaka di tingkat regional maupun provinsi, ” pungkasnya.
Selain aspek teknis, SBS juga menekankan pentingnya membangun mental bertanding sejak usia dini. Menurut dia, anak-anak harus dibiasakan menghadapi kemenangan maupun kekalahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter seorang atlet.
Dalam Turnamen Piala Bupati Malaka 2026, tidak terdapat hasil imbang. Apabila pertandingan berakhir seri dalam waktu normal, pemenang ditentukan melalui adu penalti. Tim yang memenangkan adu penalti memperoleh dua poin, sedangkan tim yang kalah tetap mendapatkan satu poin. Sementara itu, kemenangan dalam waktu normal bernilai tiga poin.
Format tersebut, menurut SBS, sekaligus menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kesiapan mental pemain ketika menghadapi situasi menentukan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
