Ia menegaskan, seluruh aspek tersebut harus mulai dibangun melalui kompetisi usia dini agar Malaka memiliki pengalaman menyelenggarakan pertandingan dengan standar yang lebih modern.
ETMC sendiri merupakan kompetisi sepak bola paling bergengsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar setiap tahun dan dipandang setara dengan Liga 4. Turnamen itu mempertemukan 22 kabupaten dan kota bersama klub-klub terbaik di NTT dalam perebutan Piala Eltari.
Lebih dari sekadar turnamen daerah, ETMC juga menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi pemain dan tim terbaik yang akan mewakili NTT menuju Liga 3 Nasional. Karena itu, penyelenggaraannya dituntut memenuhi standar teknis, manajerial, dan sportivitas yang tinggi.
“Kalau kita ingin sukses sebagai tuan rumah, maka semua harus dipersiapkan dari sekarang. Bukan hanya lapangan pertandingan, tetapi juga sistem pertandingan, kualitas wasit, penggunaan teknologi, serta mental bertanding pemain,” ujarnya.
Dalam pandangan SBS, penggunaan VAR akan membantu meningkatkan akurasi keputusan wasit sekaligus memperkuat rasa keadilan di lapangan. Di sisi lain, pemain usia dini akan terbiasa bermain disiplin karena setiap keputusan penting dapat ditinjau kembali melalui teknologi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














