“Namun, pembinaan pemain muda tidak berhenti pada aspek teknik tetapi mental bertanding harus dibentuk bersamaan dengan kemampuan bermain, ” tuturnya.
Regulasi Piala Bupati Malaka 2026 bahkan dirancang untuk memberikan pengalaman tersebut. Tidak ada hasil imbang dalam turnamen. Jika pertandingan berakhir seri, pemenang ditentukan melalui adu penalti. Tim yang menang lewat adu penalti memperoleh dua poin, sedangkan tim yang kalah tetap mendapat satu poin. Adapun kemenangan dalam waktu normal bernilai tiga poin.
Aturan itu, menurut Stefanus, bukan sekadar mekanisme menentukan pemenang. Anak-anak juga sedang belajar menghadapi kenyataan bahwa dalam olahraga ada kemenangan dan kekalahan.
“Anak-anak harus dilatih menerima kenyataan. Yang menang bergembira, yang kalah sedih, itu biasa. Tapi kalah bukan akhir. Itu kemenangan yang tertunda,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta pengurus SSB tidak terjebak pada orientasi hasil jangka pendek. “Prestasi dalam satu turnamen penting, tetapi keberhasilan pembinaan seharusnya diukur dari kemampuan melahirkan pemain yang berkembang dari waktu ke waktu, ” tandasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














