Lanjutnya,turnamen ini diselenggarakan dengan tujuan,untuk menciptakan atlet-atlet yang berprestasi dan mampu bersaing di berbagai ajang, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Puji syukur, sejauh ini perjuangan dan pembinaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Atlet-atlet kami pernah meraih juara 3 pada ajang PSHT Cup Sedunia di Madiun. Selain itu, kami juga berhasil meraih Juara 1 Umum PSHT se-NTT pada tahun 2022. Kemudian pada ajang Popda tahun 2025, kontingen kami kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 umum se-NTT.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet melalui kegiatan seperti turnamen Naibete Cup ini,”tuturnya.
Ia berharap atlet-atlet PSHT dari daerah ini bisa menembus ajang yang lebih tinggi, bahkan sampai ke PON tahun 2028.
“Itu menjadi cita-cita dan target besar yang terus kami perjuangkan bersama, ” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu anggota Dewan PSHT Cabang Malaka, Jaco Talo menuturkan,pada awal penyelenggaraan turnamen ini memang banyak pro dan kontra. Bahkan ada yang menilai bahwa turnamen ini hanya sebatas turnamen keluarga.














