“Kita memberikan apresiasi karena munculnya tim dari luar kecamatan yang selama ini dianggap sebagai pusat kekuatan sepak bola menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga di wilayah ini, ” ucapnya.
SBS menegaskan, pembinaan usia dini tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau pengurus klub. Keberlanjutan pembinaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, tokoh masyarakat hingga media.
“Kalau semua elemen ikut mendukung, maka pembinaan ini akan berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
SBS mengatakan, Malaka memiliki waktu sekitar empat tahun ke depan untuk membangun tata kelola sepak bola yang lebih sistematis, mulai dari pembinaan usia dini hingga pembentukan kompetisi yang lebih kompetitif.
Menurut SBS, Piala Bupati Malaka 2026 harus dipandang sebagai bagian dari proses panjang untuk menemukan, membina, dan mematangkan talenta-talenta muda daerah.
“Empat tahun ke depan kita harus membangun sepak bola Malaka secara lebih sistematis dan kompetitif,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














