Menurut Robertus, instrumen yang digunakan dalam proses tersebut mencakup nilai semester satu dan semester dua, hasil analisis kemampuan akademik, serta perencanaan pendidikan yang telah dibahas bersama keluarga siswa.
“Kami menyusun instrumen yang jelas, terutama nilai semester satu dan dua, serta rencana anak dan keluarga ke depan. Harapannya, setelah tamat dari SMAN Harekakae, pendidikan anak tetap berkelanjutan dan sejalan dengan jurusan yang dipilih,” jelasnya.
Setelah proses pemetaan selesai, sekolah mengundang seluruh orang tua siswa dalam forum resmi untuk memaparkan hasil diagnosa sekaligus memberikan rekomendasi jurusan yang dinilai paling sesuai bagi masing-masing peserta didik.
Robertus menegaskan, pelibatan orang tua merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan agar penetapan jurusan dilakukan secara objektif dan berdasarkan kesepakatan bersama.
“Setelah penjaringan, kami undang orang tua untuk berdiskusi. Dengan demikian, ketika jurusan sudah ditetapkan, tidak ada lagi intervensi, karena keputusan diambil berdasarkan data dan kesepakatan bersama,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
