“Kristus tidak bangkit jauh dari luka manusia. Ia bangkit dengan membawa luka-luka salib-Nya. Artinya, kebangkitan tidak menghapus luka, tetapi mengubah luka menjadi simbol keselamatan dan kasih Allah bagi manusia,” jelas Romo Sintus.
Ia juga mengatakan pesan tersebut menjadi refleksi yang sangat relevan bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang setiap hari bergelut dengan berbagai tantangan pelayanan. Kelelahan, pengorbanan, dan perjuangan yang mereka alami, menurutnya, bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan bagian dari panggilan mulia untuk melayani sesama.
“Demikian juga dalam pelayanan kesehatan. Kelelahan, pengorbanan, dan perjuangan yang kita hadapi setiap hari bukanlah sebuah kesia-siaan. Semua itu menjadi persembahan kasih ketika dilakukan dengan ketulusan hati demi melayani mereka yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya.
Usai perayaan misa bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis(USG,sunat massal, bersih-bersih telinga, bedah minor dan pembagian obat,sembako dan pakaian layak pakai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




