Ia menjelaskan, jumlah pasien stroke di Kabupaten Malaka tergolong cukup banyak.
“Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya alat CT Scan di daerah ini, ” tuturnya.
Dikatakannya,stroke itu ada dua jenis, yakni stroke infark akibat penyumbatan pembuluh darah dan stroke perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
“Jadi,untuk memastikan jenis stroke sebenarnya kita membutuhkan CT Scan. Memang dari gejala kita bisa memperkirakan pasien mengalami stroke, tetapi untuk memastikan jenis strokenya tetap membutuhkan pemeriksaan CT Scan,” jelasnya.
Terkait penanganan pasien stroke, dokter Tahlia mengatakan,sejauh ini pasien masih ditangani dengan perawatan dan tata laksana sesuai standar medis yang ada.
“Misalnya pada stroke infark, terapinya diberikan obat anti-platelet, obat tekanan darah tinggi, pengontrol gula darah, dan penanganan lainnya sesuai kondisi pasien,”katanya.
Sementara itu, untuk pasien stroke perdarahan, fokus utama penanganan adalah mengontrol tekanan darah dan menurunkan tekanan di otak pasien.
