“Selama ini kondisi pasien umumnya menunjukkan perbaikan. Namun, apabila dalam masa perawatan terjadi perburukan atau gejala semakin berat, maka kami akan menyarankan keluarga pasien untuk dirujuk ke Kupang guna mendapatkan penanganan lebih lanjut, baik untuk pemeriksaan CT Scan maupun penanganan oleh dokter spesialis bedah saraf,”pungkas dokter Tahlia.
Lanjutnya, stroke dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko, di antaranya tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, gula darah tinggi, konsumsi alkohol, serta pola hidup tidak sehat seperti sering mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji.
Menurutnya, kasus stroke lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan karena salah satu faktor utamanya adalah kebiasaan merokok dan minum alkohol yang lebih banyak ditemukan pada laki-laki.
“Jadi faktor risikonya memang lebih tinggi pada laki-laki,”terangnya.
Dokter Tahlia mengungkapkan,stroke umumnya banyak ditemukan pada usia di atas 50 tahun. Namun, saat ini tren penderita usia muda mulai meningkat.




