Mangrove dan Pantai Cemara Abudenok Bisa Jadi Magnet Baru Pariwisata Perbatasan Malaka

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
IMG-20260804-WA0003 (1)
Foto: Penjabat Kepala Desa Rabasa Haerain, Agustinus Nahan(ist)

 

Timorpedia.com- Pemerintah Kabupaten Malaka didorong untuk tidak lagi melihat Pantai Cemara Abudenok sebagai destinasi wisata yang berdiri sendiri. Kawasan pantai di Kecamatan Malaka Barat itu dinilai memiliki peluang besar dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari terpadu dengan hutan mangrove di Desa Rabasa Haerain, sehingga mampu menjadi ikon wisata alam di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Usulan tersebut disampaikan Penjabat Kepala Desa Rabasa Haerain, Agustinus Nahak. Menurutnya, keberadaan Pantai Cemara Abudenok dan kawasan mangrove yang hanya berjarak sekitar 1,1 kilometer merupakan potensi yang jarang dimiliki daerah lain di selatan Pulau Timor.

“Pantai Cemara Abudenok bisa digandengkan dengan kawasan hutan mangrove sebagai satu paket wisata bahari yang saling terhubung dan berkesinambungan,” kata Agustinus Nahak, Jumat (23/1/2026).

Ia menilai hambatan utama pengembangan kawasan tersebut bukan terletak pada potensi wisata, melainkan akses menuju lokasi. Jalan penghubung dari Desa Rabasa Haerain menuju Pantai Cemara Abudenok sepanjang sekitar 1.100 meter sebenarnya telah memiliki badan jalan dan hanya membutuhkan pekerjaan perkerasan agar kendaraan wisatawan dapat melintas dengan nyaman.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version