Namun demikian, Gubernur Melki juga menyoroti masih perlunya peningkatan kualitas akademik. Ia menegaskan bahwa sistem pendidikan harus mengedepankan disiplin, ketegasan, dan pembentukan karakter.
“Kenaikan kelas harus berbasis kualitas, bukan sekadar formalitas. Anak-anak kita harus benar-benar siap menghadapi dunia nyata,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan teknologi, khususnya telepon genggam di kalangan pelajar, agar benar-benar mendukung proses pembelajaran melalui sinergi antara sekolah dan orang tua.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong implementasi program One School One Product (OSOP) di seluruh sekolah. Setiap satuan pendidikan diharapkan memiliki produk unggulan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.
Ke depan, pemerintah akan mengembangkan konsep “NTT Mart by sekolah” sebagai wadah pemasaran produk siswa, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah.
“Pendidikan harus menjadi jalan keluar bagi masa depan anak-anak NTT—membuka peluang kerja yang layak hingga ke luar negeri, dengan bekal keterampilan dan kemampuan bahasa yang memadai,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














