“Sekarang petani bisa lebih mudah mengangkut hasil panen. Jalan di atas tanggul sangat membantu aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Nor mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan di kawasan perkebunan yang tertimbun sedimen akibat banjir sebelumnya sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan normalisasi dan perbaikan akses jalan tani di beberapa titik strategis seperti wilayah Busabelo, Manu Oan, dan Laetua, agar aktivitas masyarakat, khususnya para petani, dapat kembali berjalan normal.
“Kami mendorong agar jalan di wilayah Busabelo, Manu Oan, dan Laetua bisa diperbaiki kembali supaya akses masyarakat, terutama petani, bisa lancar,” katanya.
Nor Nahak juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul penahan banjir merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu periode 2025–2030.
Program tersebut dinilai sangat strategis karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam melindungi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
