Banjir Rendam 420 Hektare Sawah di Lakekun Barat, Warga Desak Normalisasi Kali Serin dan Kali Loo

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260806_105505 (1)
Foto: Lahan persawahan milik masyarakat Lakekun Barat, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka terendam banjir, Minggu(22/2/2026)

Talang irigasi disebut menghambat aliran Kali Serin

Menurut Hendrik, banjir di kawasan Kali Serin diperparah oleh keberadaan talang saluran irigasi DI Malaka yang dinilai menghambat aliran air keluar dari bawah jembatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Kondisi tersebut membuat air tertahan dan kemudian meluap ke kawasan permukiman. Genangan juga merusak tanaman jagung dan tanaman pertanian lainnya di wilayah Kada, khususnya Dunene yang merupakan salah satu kawasan lahan kering untuk produksi jagung.

“Air tertahan di bawah jembatan karena talang irigasi DI Malaka menghalangi jalur keluar. Akibatnya terjadi genangan di perumahan masyarakat dan merusak tanaman jagung serta tanaman lainnya,” ujar Hendrik.

Sementara itu, luapan Kali Loo diduga berkaitan dengan sedimentasi yang menyebabkan dasar sungai semakin dangkal. Saat hujan dengan intensitas tinggi, kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung debit air sehingga melimpas ke permukiman warga.

Sedikitnya tiga dusun terdampak akibat luapan Kali Loo.

Pemdes minta normalisasi sungai segera dilakukan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version