Sementara itu ,ada keluarga yang fondasi rumahnya tinggi memilih bertahan untuk tetap tinggal di dalam rumah, sedangkan keluarga lain memilih untuk mengungsi sementara di rumah tetangga atau keluarga dimana sebagai jalan alternatif untuk selamatkan diri.
Kondisi ini hampir terjadi setiap tahun yang dialami oleh warga yang bermukim di pinggir DAS Benenai. Namun, dibalik dari itu semua mereka meyakini bahwa ada berkat yang sudah disediakan oleh Tuhan (Blessing disguise) dimana pasca banjir tanah sudah terisi humus dan mau tanam apa saja pasti selalu tumbuh subur.
Seiring dengan berjalannya waktu,rasa gelisah, pilu, dan sedih yang terurai di wajah mereka akhirnya terobati ketika pemerintah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikomandoi oleh Bupati Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS dengan latarbelakang sebagai seorang dokter dan Wakil Bupati Henri Melki Simu(HMS) sebagai seorang politisi mengambil langkah progresif untuk mengatasi persoalan akut yang dialami oleh warga yang bermukim di hilir sungai Benenai itu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
