Langkah progresif itu tidak ditunjukkan dengan membagi mie instan,mendistribusikan minyak tanah, membagi beras satu dua kilo untuk masyarakat sebagai bentuk pencitraan atau mencari popularitas semata yang sifatnya temporer tetapi kedua pemimpin itu(SBS-HMS)melakukan gebrakan konstruktif dengan membangun infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul,bronjong dan sistem perlindungan daerah aliran sungai di sejumlah titik rawan dimana sebagai upaya melindungi warga dari ancaman bahaya banjir.
Pasca dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu Bupati SBS dan Wabup HMS langsung tancap gas dengan membangun tanggul dan bronjong pada empat lokasi yang berbeda diantaranya, membangun bronjong di Desa Oekmurak,Kecamatan Rinhat, sepanjang 500 meter membangun tanggul di Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah sepanjang 1,6 kilometer, membangun tanggul di Desa Oanmane,Kecamatan Malaka Barat sepanjang 1 kilometer dan membangun bronjong di Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, sepanjang 526 meter.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













