Timorpedia.com- Kabupaten Malaka dikenal sebagai salahsatu Kabupaten tersubur di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sayangnya,hampir setiap tahun masyarakat yang bermukim di pinggir daerah aliran sungai(DAS) Benenai selalu mendapatkan banjir kiriman dari wilayah Timor Tengah Selatan (TTS) sebagian dari Timor Tengah Utara (TTU) dan sebagian dari Kabupaten Belu.
Banjir kiriman itu mengakibatkan ribuan rumah warga terendam, ratusan hektar lahan milik masyarakat baik itu lahan kering maupun lahan basah tergerus dan tersapu banjir. Bahkan ada satu kampung yang ada di Desa Oekmurak,Kecamatan Rinhat nyaris hilang akibat banjir. Selain itu hewan ternak milik masyarakat ada yang mati dan hilang terbawa arus.Melihat kondisi ini mereka hanya bisa mengelus dada serta tidak bisa berbuat apa-apa.
Pasrah sebagai jalan terakhir bagi mereka untuk menghapus luka dan pilu yang mereka alami.
Kendati seutas doa dan harapan yang mereka daraskan agar peristiwa itu cepat berlalu.
Namun sayangnya,banjjr itu selalu datang diluar dari prediksi manusia.Kadang datang pada pagi hari,siang hari, bahkan datang tengah malam disaat mereka sedang tidur nyenyak, kaget air sudah masuk di dalam rumah. Kondisi ini mereka harus lari pontang-panting memikul barang-barang lainnya yang dianggap berharga.












