Peristiwa nahas itu terjadi ketika pelajar tersebut dilaporkan hilang setelah terseret arus laut di Pantai Cemara Abudenok, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malaka yang belakangan semakin ramai dikunjungi masyarakat. Hingga beberapa hari pencarian berlangsung, korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, Tagana, aparat pemerintah, serta masyarakat dan nelayan setempat. Penyisiran dilakukan di sepanjang pesisir pantai hingga perairan sekitar lokasi kejadian, meskipun tim harus menghadapi tantangan berupa gelombang dan arus laut yang cukup kuat.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah mendapat apresiasi dari keluarga korban dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai perhatian yang diberikan pemerintah menjadi sumber kekuatan tersendiri di tengah penantian yang penuh ketidakpastian.
Musibah ini juga menjadi pengingat pentingnya peningkatan aspek keselamatan di kawasan wisata pantai. Pemerintah Kabupaten Malaka diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan, memperkuat sistem peringatan dini, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung mengenai potensi bahaya ombak dan arus laut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














