Timorpedia.com- Di tengah gencarnya pemerintah mendorong ketahanan pangan dan penyediaan bahan baku lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kebun pisang di Dusun Laenbalidin, Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, menghadirkan gambaran tentang peluang baru yang selama ini belum banyak dilirik di Kabupaten Malaka.
Di atas lahan seluas empat hektar, Vinsensius Klau Sonbay atau yang akrab disapa Louk Kombet menanam 4.000 pohon pisang, terdiri atas 900 pohon pisang Cavendish dan 3.100 pohon pisang kulit mentah. Seluruh tanaman yang ditanam sejak Agustus 2025 itu dijadwalkan memasuki panen perdana pada Juli 2026.
Skala usaha tersebut tergolong besar untuk ukuran perkebunan pisang rakyat di Malaka. Yang menarik, kebun itu tidak dibangun di lahan sawah produktif, melainkan memanfaatkan lahan kering yang sebelumnya tidak memberikan nilai ekonomi.
“Permintaan pasar pisang buah belakangan ini cukup tinggi, terutama untuk pasar lokal dan dapur MBG. Itu yang mendorong kami serius mengembangkan budidaya pisang,” kata Louk Kombet kepada media ini, Sabtu (7/2/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














