Dari Lahan Tidur Menjadi Sentra Pisang,Harapan Baru Malaka Menopang MBG dan Ekonomi Petani

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260805_074421 (1)
Foto: Louk Kombet saat memantau kebun pisang yang merupakan miliknya yang ada di Dusun Laenblidin, Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Sabtu(7/2/2026)

Pernyataan itu mengungkap perubahan penting dalam orientasi pertanian daerah. Jika selama ini petani Malaka lebih banyak bergantung pada komoditas musiman seperti padi dan jagung, kini mulai muncul kesadaran bahwa tanaman hortikultura dan buah-buahan memiliki prospek pasar yang semakin menjanjikan karena permintaannya berlangsung hampir sepanjang tahun.

Program MBG menjadi salah satu faktor yang mempercepat perubahan tersebut. Setiap dapur MBG membutuhkan pasokan buah segar setiap hari. Selama ini, sebagian kebutuhan itu masih didatangkan dari luar Kabupaten Malaka, seperti Belu dan Kota Kupang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar sebenarnya telah tersedia, tetapi produksi lokal belum mampu memenuhi permintaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Louk Kombet melihat celah itu sebagai peluang usaha.

Dari total 10 hektar lahan yang dimiliki, baru empat hektar dimanfaatkan sebagai tahap awal. Menurut dia, pengembangan dilakukan secara bertahap agar produksi tetap seimbang dengan kemampuan pasar menyerap hasil panen.

“Empat hektar ini kami jadikan contoh produksi. Ke depan kami akan perluas, tentu dengan memperhatikan pangsa pasar agar produksi bisa terserap dengan baik,” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version