Apabila pemerintah mampu memperkuat pendampingan budidaya, menyediakan sarana produksi, membangun sistem pemasaran, dan menghubungkan petani dengan pasar seperti MBG, hotel, pasar modern, hingga industri pengolahan pangan, Malaka memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pisang baru di Nusa Tenggara Timur.
Keberhasilan itu bukan hanya akan mengurangi ketergantungan pasokan buah dari luar daerah, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat pedesaan. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin memengaruhi produksi pangan, diversifikasi melalui komoditas seperti pisang dapat menjadi strategi penting untuk memperkuat ekonomi rumah tangga petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Kebun milik Louk Kombet mungkin baru seluas empat hektar. Namun, jika keberhasilan itu direplikasi oleh ratusan petani lainnya dengan dukungan kebijakan yang tepat, lahan-lahan kering yang selama ini terbengkalai dapat berubah menjadi kawasan produksi buah yang memberi nilai tambah bagi Malaka. Dari sanalah peluang menjadikan Malaka sebagai sentra pisang di Nusa Tenggara Timur mulai menemukan pijakannya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
