Ia menjelaskan, tanaman jagung yang menjadi komoditas utama masyarakat pada musim tanam pertama memperlihatkan pertumbuhan yang merata di hampir seluruh kecamatan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Kabupaten Malaka untuk meningkatkan produksi jagung pada musim panen mendatang.
Sementara itu, tanaman padi ladang yang sebagian besar baru memasuki umur sekitar satu bulan juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Meski demikian, proses tanam masih berlangsung di sejumlah wilayah karena perbedaan waktu pengolahan lahan dan ketersediaan kelembapan tanah.
“Untuk jagung, produksinya diperkirakan bagus hampir di semua kecamatan. Padi ladang rata-rata baru ditanam satu bulan dan sampai sekarang masih ada masyarakat yang melakukan penanaman,” ujar Laurensius.
Di sisi lain, aktivitas pertanian sawah juga mulai bergerak. Menurut Laurensius, petani kini semakin mandiri dalam mengolah lahan dan melaksanakan penanaman tanpa harus menunggu intervensi pemerintah secara penuh.
Pihaknya menargetkan seluruh areal persawahan telah selesai ditanami paling lambat Februari 2026 sehingga siklus tanam dapat berlangsung sesuai kalender tanam yang telah ditetapkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














