“Petani sawah saat ini sudah mandiri dan mulai melakukan pengolahan lahan serta penanaman. Kita harapkan seluruhnya sudah tanam di bulan Februari tahun ini,” katanya.
Dalam pemantauan tersebut, pihaknya juga mengevaluasi pemanfaatan lahan yang sebelumnya memperoleh dukungan pengolahan dari pemerintah daerah.
” Hasilnya, sebagian besar petani telah memanfaatkan bantuan tersebut dengan melakukan penanaman sesuai rencana, “ujarnya.
Meski prospek produksi dinilai cukup cerah, Laurensius mengingatkan bahwa keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh kondisi awal pertumbuhan tanaman. Perawatan selama masa vegetatif tetap menjadi faktor penting, terutama pengendalian gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas.
“Kami terus mendorong petani agar lahan yang sudah ditanami dibersihkan dan dirawat dengan baik sehingga hasil panen nanti benar-benar optimal,” tegasnya.
Dirinya berharap, tren positif pada Musim Tanam I 2025/2026 mampu meningkatkan produksi jagung dan padi daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














