Dana sebesar Rp6,2 juta dialokasikan untuk menimbun lubang-lubang pada badan jalan yang rusak sekaligus mengeruk sedimen saluran irigasi sepanjang 600 meter di Dusun Tolaran agar aliran air ke areal persawahan tetap berjalan.
“Ini hanya solusi sementara. Tahun ini kami siapkan proposal ke pemerintah kabupaten dan provinsi agar perbaikan jalan usaha tani masuk dalam program agropolitan,” kata Hendrikus kepada media ini, Kamis(22/12026)
Menurutnya, kemampuan keuangan desa sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap ruas jalan sepanjang 10 kilometer tersebut. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi NTT menjadi kebutuhan mendesak agar infrastruktur penunjang pertanian dapat kembali berfungsi optimal.
Perbaikan jalan usaha tani dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Selain memperlancar distribusi benih, pupuk, dan alat pertanian, infrastruktur yang memadai juga akan menekan biaya transportasi hasil panen sehingga meningkatkan pendapatan petani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














