Pemerintah pusat mendorong pembangunan ribuan jembatan untuk membuka akses daerah terisolasi.
Namun bagi Bupati, yang terpenting bukan sekadar menjalankan program.
Yang lebih penting adalah meninggalkan jejak.
“Pemimpin adalah orang yang beruntung karena diberi kepercayaan untuk membuat sejarah,” katanya.
Jejak itu, menurutnya, bukan untuk dirinya semata. Tetapi untuk dikenang oleh generasi yang akan datang.
Dalam setiap kunjungan ke desa—seperti Oekmurak, Oanmane, dan Lamea—ia melihat langsung bagaimana kepercayaan masyarakat tumbuh ketika janji mulai direalisasikan.
Namun ia juga memberi peringatan keras kepada jajaran teknis, khususnya Dinas PUPR.
Pekerjaan tidak boleh asal-asalan.
Karena dalam proyek infrastruktur, hasil akhir adalah segalanya.
“Kerja harus berkualitas dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu.
Normalisasi hari ini bisa saja tidak bertahan jika pekerjaan tidak dilakukan dengan serius.
Bagi Stefanus Bria Seran, kepemimpinan bukan tentang jabatan.
Tetapi tentang keberanian hadir di tengah persoalan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
