Tak Kenal Hari Libur, Bupati Malaka Turun Menjawab Kebutuhan Rakyat

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson

Pemerintah pusat mendorong pembangunan ribuan jembatan untuk membuka akses daerah terisolasi.

Namun bagi Bupati, yang terpenting bukan sekadar menjalankan program.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Yang lebih penting adalah meninggalkan jejak.

“Pemimpin adalah orang yang beruntung karena diberi kepercayaan untuk membuat sejarah,” katanya.

Jejak itu, menurutnya, bukan untuk dirinya semata. Tetapi untuk dikenang oleh generasi yang akan datang.

Dalam setiap kunjungan ke desa—seperti Oekmurak, Oanmane, dan Lamea—ia melihat langsung bagaimana kepercayaan masyarakat tumbuh ketika janji mulai direalisasikan.

Namun ia juga memberi peringatan keras kepada jajaran teknis, khususnya Dinas PUPR.

Pekerjaan tidak boleh asal-asalan.

Karena dalam proyek infrastruktur, hasil akhir adalah segalanya.

“Kerja harus berkualitas dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu.

Normalisasi hari ini bisa saja tidak bertahan jika pekerjaan tidak dilakukan dengan serius.

Bagi Stefanus Bria Seran, kepemimpinan bukan tentang jabatan.
Tetapi tentang keberanian hadir di tengah persoalan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version