Timorpedia.com- Di tengah masa libur panjang nasional—dari cuti bersama hingga rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri—sebagian besar orang memilih beristirahat.
Namun tidak bagi Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.
Baginya, kepemimpinan tidak mengenal jeda.
“Kita yang kepala ini tidak ada libur,” tegasnya.
Pada 18 Maret 2026, ia justru turun langsung ke lapangan, memantau pembangunan Jembatan Gantung Numbei–Kakaniuk.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja, tetapi bagian dari cara membaca realitas yang dihadapi rakyat.
Menurutnya, tugas pertama seorang pemimpin adalah memahami persoalan rakyat secara nyata—bukan hanya dari laporan di meja.
Dan tugas kedua adalah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Di Malaka, salah satu persoalan paling mendasar adalah keterisolasian wilayah akibat sungai yang meluap saat musim hujan.
Karena itu, pembangunan jembatan menjadi prioritas.
“Kalau masyarakat tidak bisa bergerak, maka semua sektor ikut lumpuh,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur karena langkah yang diambil pemerintah daerah sejalan dengan kebijakan nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
