Laurens menuturkan,saat ini tim teknis masih melakukan pengambilan poligon atau pemetaan lokasi sebagai dasar penentuan lahan yang akan dikerjakan menggunakan ekskavator.
“Poligon itu kami ambil pada titik-titik yang memang layak dikerjakan menggunakan ekskavator, terutama pada lahan-lahan yang berkontur ekstrem. Dengan begitu, pekerjaan di lapangan nantinya lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Laurens mengungkapkan, setelah proses pemetaan selesai, Pemerintah Kabupaten Malaka akan menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk menyusun Survey, Investigation and Design (SID). Dokumen tersebut akan menjadi acuan teknis sebelum pelaksanaan pengolahan lahan dimulai.
“Kami ingin semua pekerjaan memiliki dasar teknis yang jelas. Karena itu kami bekerja sama dengan Undana untuk menyusun SID sehingga desain pengolahan lahannya benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan ekskavator tidak hanya diperuntukkan bagi wilayah dataran tinggi. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kondisi riil setiap lahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














