“Untuk mendukung percepatan tanam, sedikitnya dibutuhkan 20 unit traktor. Pada MT I 2026, sebanyak 14 unit traktor dikerahkan untuk mengolah lahan, termasuk enam unit yang dipinjam dari desa tetangga, ” ujarnya.
Agustinus menuturkan,keterbatasan alat tidak menyurutkan antusiasme warga. Hampir seluruh masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam padi.
“Tidak ada warga yang menganggur. Saat ini mayoritas warga berada di sawah untuk bekerja dan mengolah lahan,”tuturnya.
Selain dukungan alat, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan musim tanam. Menurut Agustinus, pasokan air irigasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai serta dukungan curah hujan sejauh ini cukup menunjang aktivitas pertanian.
Meski berada di wilayah paling hilir DAS Benenai sayap kanan, Desa Rabasa Haerain masih mendapatkan pelayanan air irigasi yang dinilai baik. Kondisi tersebut membuat petani tidak mengalami kendala berarti dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan.
Pemerintah desa, kata Agustinus, terus mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan pertanian dan sumber daya air yang tersedia. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














