“Festival budaya seperti ini akan menjadi pintu masuk bagi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Belu. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel, berkembangnya pelaku UMKM, meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian dan peternakan, hingga bertambahnya pendapatan asli daerah.
Menurutnya, ketika pariwisata berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku wisata, tetapi juga masyarakat secara luas karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Karena itu, Alfret mendorong agar Festival Fulan Fehan dijadikan agenda rutin tahunan yang dipromosikan secara lebih luas hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia juga menekankan pentingnya strategi promosi digital sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata Belu. Menurutnya, media sosial kini menjadi sumber utama wisatawan dalam mencari referensi destinasi wisata.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
