“Promosi digital memiliki jangkauan yang sangat luas. Melalui platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan media sosial lainnya, potensi wisata Belu dapat dikenal hingga berbagai negara tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai peluang untuk memperkuat promosi pariwisata. Selain lebih efektif menjangkau pasar global, promosi digital juga dinilai lebih efisien dibandingkan metode promosi konvensional.
“Promosi digital tidak memerlukan anggaran sebesar promosi konvensional, namun mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas. Ini menjadi strategi yang perlu terus dikembangkan agar potensi wisata Belu semakin dikenal dunia,” pungkasnya.
Melalui promosi digital yang masif, jelas Alfret, informasi mengenai jadwal, atraksi budaya, dan keunikan Festival Fulan Fehan dapat diketahui lebih awal oleh calon wisatawan. Hal ini memberi kesempatan bagi wisatawan mancanegara untuk menyusun rencana perjalanan, memesan tiket, dan menetapkan jadwal liburan mereka agar dapat menghadiri festival tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
