Atas dasar itu, Gabriel mendesak DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) segera mengambil langkah dengan memanggil dan memeriksa oknum anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha. Menurutnya, dugaan tersebut harus diproses melalui mekanisme etik yang berlaku agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan.
“Apabila benar terjadi tindakan intimidasi maupun tekanan psikologis terhadap dokter Icha, maka hal tersebut harus dipertanggungjawabkan. DPRD sebagai lembaga yang menjunjung tinggi etika harus menunjukkan komitmennya dalam menegakkan disiplin terhadap setiap anggotanya,” tegasnya.
Selain meminta DPRD TTU melakukan pemeriksaan internal, Gabriel juga mendesak manajemen rumah sakit agar memperkuat sistem perlindungan bagi seluruh tenaga kesehatan melalui penerapan rumah sakit yang berstandar HAM. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya harus menjadi tempat yang aman bagi pasien, tetapi juga bagi dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan yang menjalankan tugas pelayanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
