Kondisi tersebut menjadi perhatian manajemen karena waktu tunggu merupakan salah satu indikator mutu pelayanan yang terus diukur dan dievaluasi oleh rumah sakit.
“Kondisi ini menjadi perhatian manajemen karena waktu tunggu juga merupakan salah satu indikator nasional mutu pelayanan yang terus diukur rumah sakit,” ujarnya.
Hayuni menjelaskan, setiap pengaduan yang masuk tidak hanya diberikan jawaban kepada pasien atau masyarakat, tetapi terlebih dahulu dievaluasi untuk mengetahui akar persoalan yang terjadi.
Evaluasi tersebut dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia, komunikasi petugas, waktu pelayanan, sarana dan prasarana, ketersediaan obat, administrasi hingga sistem pelayanan.
“Evaluasi tersebut dapat mencakup aspek sumber daya manusia, komunikasi petugas, waktu pelayanan, sarana-prasarana, obat, administrasi maupun sistem pelayanan,” tandasnya.
Menurut Hayuni, penyelesaian pengaduan tidak boleh berhenti pada pemberian respons kepada masyarakat yang menyampaikan keluhan. Setiap pengaduan harus menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan sistem pelayanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














