“Setelah mendapat persetujuan dari Pak Bupati bahwa tanggal 21 Agustus dilakukan pelantikan, kemudian tanggal 15 Agustus terjadi gempa di Flores. Saya bilang, mati sudah saya, setelah ini di hadapan saya pekerjaan berat. Pasti di PMI itu kalau ada bencana, karena ini adalah organisasi nasional dan internasional,”tuturnya.
Pengalaman sebagai relawan kemanusiaan menjadi salah satu modal bagi dokter Oktelin dalam menjalankan tugas barunya. Sebelum menjadi aparatur sipil negara (PNS), ia mengaku pernah terlibat sebagai tim medis relawan dalam sejumlah operasi penanganan bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebut pernah ditugaskan dalam penanganan bencana tsunami dan gempa bumi Aceh pada 2004, kemudian terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di Nias, Pangandaran, hingga Yogyakarta.
“Memang jiwa saya ini terpanggil sebagai relawan. Tidak pernah terbetik di otak saya untuk mendapat uang. Tidak. Saya bekerja untuk melayani sesama,”tegasnya.
Untuk lima tahun ke depan, dokter Oktelin mengatakan, kepengurusan PMI Kabupaten Malaka akan menyusun sejumlah program yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta karakteristik wilayah Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














