“Banyak orang menganggap mimisan itu hal biasa, padahal bisa saja disebabkan sinusitis, polip, bahkan tumor di rongga hidung,” jelasnya.
Selain faktor penyakit, dr. Habibie juga menyebut terdapat kasus epistaksis yang dipengaruhi kondisi bawaan sejak lahir. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan agar penyebab perdarahan dapat diketahui secara pasti.
Ia mengatakan,edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi akibat keterlambatan penanganan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Kami berharap informasi kesehatan seperti ini tidak berhenti di lingkungan tenaga medis saja, tetapi bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di kampung,” katanya.
Menurut dr. Habibie, masyarakat perlu segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami perdarahan hidung yang sulit berhenti, terutama pada anak-anak maupun lansia.
“Kalau ada perdarahan hidung yang tidak berhenti, segera dibawa ke puskesmas atau poskesdes untuk mendapatkan penanganan awal,”ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
